KRIAN.ONLINE: Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Buka Rumah Warga, Wujudkan Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

**Sentuhan Kemanusiaan di Hari Bhayangkara ke-80: Polresta Sidoarjo Wujudkan Mimpi Rumah Layak Huni bagi Warga Kurang Mampu** **KRIAN.ONLINE, SIDOARJO** – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada tahun 2026 ini tidak hanya diwarnai dengan upacara seremonial dan derap langkah sepatu lars di lapangan. Di Sidoarjo, Jawa Timur, semangat pengabdian Korps Bhayangkara diwujudkan dalam bentuk yang paling menyentuh nurani kemanusiaan: memberikan sebuah rumah yang layak huni bagi warga yang membutuhkan. Jajaran Polresta Sidoarjo, di bawah komando Kapolresta Kombes Pol Dr. Budi Santoso, S.H., M.Si., menggelar program bedah rumah sebagai manifestasi nyata dari moto Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Sebuah tindakan yang membuktikan bahwa esensi kepolisian tidak hanya terletak pada penegakan hukum, tetapi juga pada kepedulian sosial yang mendalam.

Kegiatan sosial ini menyasar kediaman Ibu Siti Aminah, seorang janda berusia 67 tahun yang tinggal di salah satu gang sempit di wilayah Kecamatan Krian. Selama bertahun-tahun, Ibu Siti menempati sebuah gubuk reyot yang lebih pantas disebut sebagai bangunan sementara. Dinding dari anyaman bambu yang lapuk, atap yang bocor di setiap sudut saat hujan turun, dan lantai tanah yang becek menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi memprihatinkan inilah yang menggerakkan hati jajaran Polresta Sidoarjo untuk menjadikan rumah Ibu Siti sebagai target utama program bedah rumah dalam rangka menyambut hari jadi institusi mereka. Menurut pantauan KRIAN.ONLINE di lokasi, prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kapolresta beberapa pekan sebelum puncak acara.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Dr. Budi Santoso, dalam sambutannya saat penyerahan kunci secara simbolis, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari semangat Polri Presisi yang digagas oleh Kapolri. “Ini bukan sekadar membangun dinding dan atap. Ini adalah upaya kami membangun kembali harapan dan martabat seorang ibu, seorang warga negara yang berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Hari Bhayangkara adalah momentum bagi kami untuk merefleksikan kembali tugas dan pengabdian kami kepada masyarakat. Kebahagiaan Ibu Siti adalah kebahagiaan kami semua, ini adalah kado terindah bagi kami di hari jadi yang ke-80,” ujar Kombes Pol Budi dengan nada suara yang mantap namun penuh kehangatan.

Proses pembangunan rumah ini, seperti dilaporkan KRIAN.ONLINE, menunjukkan sinergitas yang luar biasa. Tidak hanya anggota kepolisian dari berbagai satuan di Polresta Sidoarjo yang turun tangan, tetapi juga melibatkan personel TNI dari Koramil setempat serta partisipasi aktif dari warga sekitar. Semangat gotong royong, warisan luhur bangsa, tampak hidup kembali. Mereka bahu-membahu, mulai dari merobohkan bangunan lama, membuat fondasi, mendirikan dinding bata, hingga memasang atap baja ringan. Dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu, gubuk reyot itu telah bertransformasi menjadi sebuah rumah sederhana namun kokoh, sehat, dan sangat layak untuk ditinggali.

Rumah baru Ibu Siti kini berdiri dengan gagah. Dindingnya terbuat dari bata yang diplester rapi dan dicat dengan warna krem yang sejuk. Lantainya kini berkeramik, menggantikan lantai tanah yang dulu menjadi sumber penyakit. Atapnya tinggi, memberikan sirkulasi udara yang baik, dan yang terpenting, tidak akan ada lagi cerita ember dan baskom yang berjejer menampung air hujan. Rumah tersebut kini memiliki satu kamar tidur yang proper, ruang tamu kecil, serta kamar mandi dan toilet yang bersih. Sebuah perubahan 180 derajat yang membawa secercah cahaya baru dalam kehidupan Ibu Siti Aminah di usia senjanya.

Suasana haru biru menyelimuti prosesi penyerahan kunci. Ibu Siti Aminah, dengan langkah tertatih dan mata yang berkaca-kaca, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia berulang kali mengucapkan terima kasih sambil memeluk beberapa polisi wanita yang mendampinginya. “Saya tidak pernah mimpi, Pak, Bu... seumur hidup saya tidak pernah menyangka akan punya rumah seperti ini. Rasanya seperti mimpi. Terima kasih banyak Bapak Kapolres, terima kasih Bapak-bapak Polisi, TNI, dan semua warga. Semoga Allah yang membalas semua kebaikan ini,” ucapnya terbata-bata di antara isak tangis kebahagiaan. Momen tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan yang disaksikan oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Inisiatif Polresta Sidoarjo ini menjadi bukti konkret bahwa Polri terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat. Di tengah berbagai tantangan dan dinamika sosial, program-program kemanusiaan seperti bedah rumah menjadi jembatan emas untuk membangun kepercayaan publik (public trust). Tindakan ini lebih dari seribu kata pidato; ini adalah aksi nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat paling bawah. Menurut KRIAN.ONLINE, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan dapat menjadi agenda rutin yang menyentuh lebih banyak lagi warga yang membutuhkan, memperkuat citra Polri sebagai sahabat dan pelindung sejati rakyat.

Komentar